Showing posts with label Culture. Show all posts
Showing posts with label Culture. Show all posts

Reog Ponorogo Indonesia

20:38 0
Reog Ponorogo
Reog Ponorogo
Reog is a traditional Indonesian dance form. There are many types of Reogs in Indonesia, but the most notable ones are Reog Ponorogo (East Java) and Reog Sunda (West Java). Although both share a similar name, there is no connection nor similar theme among these traditions. Reog Ponorogo seems to be the kind of dance that demonstrate physical strength and extravagant lion-peafowl mask and costumes, while Reog Sunda is a lot more like a traditional musical comedy and dance.

Reog is a traditional dance that become the main identity for Ponorogo Regency. Reog National Festival is held every years along the anniversary of Ponorogo regency and Grebeg Suro celebration. Reog dance is also staged full moon nightly in paseban, Ponorogo town square. Reog told about the struggle for a prince who will propose to a beautiful princess.





Reog Ponorogo tells the story of a mythical battle between the King of Ponorogo and the magical lion-like creature called Singa Barong. Singa Barong is a large mask usually made of tiger's or leopard's head skin, upon the mask attached a large fan adorned with peafowl feathers. The Singa Barong mask was notoriously heavy, the dancer of Singo Barong bear the mask about 30 – 40 kg weight and supported by the strength of their teeth.

The leading figures in Reog Ponorogo performance includes:

Klono Sewandono, A men in regal attire wearing mask in proud and pompous dance, play the role as the King of Ponorogo
Bujang Anom, rough youthful men wearing red mask, they performed acrobatic dances and sometimes also involved trance.
Jatil, the youthful handsome horsemen riding horses made of weaved bamboo, similar to Kuda Lumping dance. Today Jatil usually performed by female dancers.
Warok, played as Singa Barong, the mythical creature. The one that allowed to performed this mask dance is called warok. A warok is the hororary title of local hero or strongman of the village that possessed both exceptional spiritual and phyisical strength. The dance itself is demonstration of phyisical strength of the dancers.

Tradisi di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kediri

18:55 0
Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kediri
Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kediri
Peringatan Tahun Baru 1 Suro dilaksanakan dengan tradisi dan ritual khusus di Petilasan Sri Aji Joyoboyo. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sekali oleh masyarakat Pamenang dan keluarga Hondodento. Banyak warga yang berjubel di sepanjang jalan di Desa Pamenang Kec. Pagu Kabupaten Kediri.
Prosesi diawali dengan arak Pusaka dari Balai Desa Pamenenag menuju Pamuksan Sria Aji Joyoboyo yang dikawal oleh Para sesepuh, emban dan pemuda-pemuda berpakaian adat jawa. Upacara ritual diantaranya Caos Dahar (Tabur Bunga) yang dilakukan oleh gadis- gadis untuk penghormatan kepada   Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo.

ritual 1 syuroo
ritual 1 syuroo

Bertaburnya bunga melati di seluruh pelataran pamuksan dan dupa kemeyan yang dibakar menambah suasana sakral amat terasa, bunga melati yang warnanya putih melambangkan kesucian walaupun bunganya kecil mampu menebarkan keharuman.

Jember Fashion Carnaval (JFC) dari Jawa Timur

15:55 0
Jember Fashion
Jember Fashion Carnaval
Jember Fashion Carnaval adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Karnaval ini digagas oleh Dynand Fariz yang juga pendiri JFC Center.

Awalnya karnaval ini hanya pekan mode sederhana yang tiap Tahun diadakan di alun-alun Kota Jember dengan menampilkan Group Reyog Ponorogo. Akan tetapi, kemudian mucullah gagasan dari Dynand Fariz seorang disainer sekaligus pendidik di bidang fashion yang bermukim di Jember untuk mengubah pekan mode ini menjadi sebuah karnaval besar dan kini dikenal sebagai Jember Fashion Carnaval.  Sehingga terciptalah ide pemikiran sebuah parade dengan jalan kaki dengan menggenakan kostum yang menarik, meriah, warna cerah serta berumbai-rumbai. Pelaksanaan JFC sendiri pertama kali disandingkan untuk memeriahkan HUT Kota Jember.

Jember Fashion Carnaval
Jember Fashion Carnaval
Pada saat tahun 2001 menjadi awal dari Jember Festival Carnaval, dimana Ide konsepnyanya tidak jauh beda dengan Arak-arakan sebelumnya, maka dari itu bentuk kostum dari JFC selalu menyerupai Reyog dimana pada saat itu juga terdapat acara serupa, festival kostum di negara-negara Amerika. Bahkan hingga saat ini puluhan group Reyog di kota Jember masih berpartisipasi dan mendukung kegiatan JFC tiap tahun.

Dengan berorientasi pada trend fashion dunia yang dibalut pesona budaya Indonesia, pelaksanaan JFC setiap tahunnya berjalan sukses. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2003 lalu, Jember Fashion Carnival terus mendapat sorotan dari media internasional di setiap perhelatannya. Bagaimana tidak, karnaval ini merupakan yang terbesar nomor 4 di dunia setelah Mardi Grass di New Orleans di Amerika Serikat, Rio De Jeneiro Carnaval di Brazil, dan Fastnatch Koln di Jerman.

Sebagai salah satu karnaval terbesar di dunia, Jember Fashion Carnival tentu saja tidak menyuguhkan hal yang biasa-biasa saja. Karnaval ini akan menjadikan jalan raya dalam kota sebagai catwalk sepanjang 3,6 km. Catwalk tersebut termasuk yang terpanjang di dunia dimana menjadi etalase hidup dari ratusan maha karya berupa desain adibusana spektakuler yang berakar pada budaya Indonesia.

Situs Kerajaan Majapahit

15:08 0
gajah mada
Gajah mada


Kerajaan majapahit yang berdiri abad Xlll-XIV atau tahun 1293-1500 M oleh Raden Wijaya telah mengalami masa kejayaan terutama pada masa pemerintahan hayam wuruk sekitar tahun 1350-an hingga tahun 1389 M dengan patih gajahmada melalui sumpah palapa. Kurun waktu 202 tahun atau 2 abad lebih kerajaan majapahit mampu menguasai wilayah nusantara hingga semenanjung malaya membuat kerajaan majapahit sebagai kerajaan terbesar di nusantara.

Situs kerajaan majapahit
Add caption
Kini pasca keruntuhan kerajaan majapahit lebih kurang 5 abad yang lalu masih dapat dilihat sisa-sisa kejayaan majapahit yang mencapai puluhan bahkan ratusan yang tersebar dikawasan Mojokerto Jawa Timur.

Situs kerajaan majapahit ini dapat dijumpai salah satunya dikawasan kecamatan Trowulan ,Mojokerto yang diduga menjadi pusat kerajaan majapahit dan hampir setiap sudut desa dikecamatan Trowulan dapat dengan mudah menemukan sisa-sisa peninggalan kerajaan majapahit belum lagi ratusan benda peninggalan majapahit yang belum terungkap dan tertimbun tanah situs ngliguk,trowulan misalnya yang ada didesa nglinguk .

Di desa ini cukup banyak dijumpai peninggalan kerajaan majapahit seperti candi yang terbuat dari batu andesit kemudian pecahan tembikar,keramik,yoni,mata uang logam,sumur kono,tapi sayangnya situs majapahit di Nglinguk mengalami banyak kerusakan .Jejak sejarah majapahit tak kalah menarik candi brahu didesa Bejijong, trowulan masih terlihat utuh mengingat candi ini disinyalir sebagai tempat pembakaran jenazah atau kreamasi jenazah selanjutnya candi wringin lawang didukuh wringin,jatipasar berbentuk gapura juga diduga sebagai pintu gembar komplek kerajaan .

Situs kerajaan majapahit1
Situs Kerajaan Majapahit

Peninggalan majapahit di Trowulan ini umumnya berbentuk candi seperti candi tikus,kedaton dan beberapa candi unik lainnya dikawasan trowulao. Menariknya bahan bangunan peninggalan majapahit berasal dari bata merah sebagaimana terlihat dari hasil temuan dikawasan Trowulan belum lama ini salah satunya situs puri,sumber girang yang ada didesa puri . Di desa ini banyak ditemukan susunan bata merah yang diduga bekas rumah penduduk masa kerajaan majapahit dan uniknya bata merah sejenis ini dapat dengan mudah ditemui baik persawahan,pemukiman penduduk dan berbagai tempat dikawasan Trowulan.

Peninggalan sejarah kerajaan majapahit selain berbentuk candi,tembikar,yoni ,mata uang juga ditemukan kolam kuno yang dikenal kolam segaran diduga sebagai tempat rekreasi dan menjamu tamu-tamu kerajaaan kemudian penemuan puluhan situs majapahit didesa trowulan yakni bangunan ,arca ,gerabah serta makam yang disinyalir sebagai pusat kerajaan sebagaimana tertulis dalam kitab kakawin nagarakertagama.

Menariknya peninggalan sejarah majapahit tidak terbatas pada cagar budaya tetapi mampu menciptakan seni budaya sebagai cikal bakal kebudayaan baru di Indonesia salah satu seni terakota atau kerajinan tanah liat/batu bata yang tersebar di Trowulan dan sekitarnya. Seni terakota yang berkembang di Trowulan sebagaimana penemuan beberapa cagar budaya yang terbuat dari tanah merah seperti jambangan ,genting,batu merah ,vas bunga dan lainnya diduga sebagai mata pencaharian penduduk pada masa Majapahit. Seni terakota dimasa majapahit masih menggunakan metode sederhana penjemuran dengan sinar matahari serta metode pembakaran yang tetap bertahan hingga kini.

Sayangnya beragam peninggalan cagar budaya yang banyak ditemukan dalam kawasan Trowulan dan sekitarnya terancam punah pasalnya pengrajin batu bata seringkali menemukan batu batu kuno atau benda purbakala saat menggali dan mencari tanah merah sebagai bahan pembuatan batu bata kemudian batu bata kuno maupun benda purbakala lainnya bukannya diserahkan pada pihak berwenang melainkan diperjualbelikan secara bebas ,akibatnya setiap ada penemuan baru cagar budaya keselamatannya tidak dapat dijamin kadang hilang entah kemana. Situs majapahit dikawasan Trowulan bernilai historis dan peradapan yang tinggi.

Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

13:06 0
Kampung Inggris Pare
Kampung Pare
Kampung Inggris adalah sebutan atau julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa Singgahan , Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Perkampungan kecil yang damai, sejuk, nan jauh dari keramaian kota.

Di Kampung ini selain karena banyak orang sehari-harinya berbicara bahasa Inggris , memang terdapat banyak sekali kursusan bahasa Inggris.
Kampung Inggris Pare1
Kampung Inggris Pare

Pada pertengahan tahun 2011, tercatat sudah sekitar 100 Lembaga Kursus beroperasi di Kampung Inggris. Bahkan kampung ini seperti sudah menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Dengan banyaknya lembaga kursus tersebut maka tak heran kalau banyak orang bicara bahasa Inggris dimana-mana, yang tak lain dan tak bukan adalah murid/guru dari lembaga – lembaga kursus di sana.

Semuanya berawal dari didirikannya lembaga kursus yang bernama BEC (Basic English Course) oleh seorang penduduk pendatang yang bernama Pak Kallen.

Kampung Inggris Pare2
Kampung Inggris Pare

Kampung Inggris Pare3
Kampung Inggris Pare

Pada awal berdirinya fasilitas yang dimiliki sangat terbatas, karena hanya berlokasi di teras masjid yang diperuntukkan untuk anak-anak desa yang kurang menguasai bahasa inggris. Selanjutnya di rumah-rumah yang membolehkannya mengajar, dan akhirnya sampai memiliki gedung sendiri. begitulah perjuangan Pak Kallen yang konsisten dan pantang menyerah hingga mengantarkan BEC menjadi begitu terkenal dan lulusannya diakui kualitasnya. Hal inilah yang mengundang banyak pendatang dari seluruh nusantara untuk belajar bahasa Inggris disana. Sampai-sampai tidak ada tempat lagi di BEC untuk menampung para calon murid tersebut.